Hoby lihat istri bercinta ml ngentot dengan orang 3gp video

keesokan harinya, sekitar pukul 11 siang, mereka kembali mengetuk
kamar pintu kami, aku sudah bangun menyambut mereka, sedang istriku
sedang mandi, mereka langsung mengedor gedor pintu kamar mandi,
istriku membukanya, tubuhnya masih penuh dengan sabun, mereka
langsung menggarapnya mereka membilas istriku, lalu mereka
menyuruhku merekam adegan tersebut, dimana istriku harus melayani
mereka bertiga sekaligus.

Adi yang suka deep throat langsung mengambil posisi mulut istriku,
Ardy mengambil tempat anus istriku sedangkan pak Slamet yang
memiliki penis abnormal langsung ke vagina istriku. Tanpa pemanasan
dan ba bi bu lagi, mereka langsung menancapnya, hanya dengan bantuan
air liur saja sebagai pelumas, untungnya pak Slamet tidak suka
bermain melalui anus, kalau tidak mungkin anus istriku bisa lebar
dan bisa bisa mengeluarkan kotoran setiap saat tanpa disadari,
karena duburnya robek.

Setelah masing masing puas mengeluarkan spermanya di tempat masing
masing, mereka menyuruh istriku segera bersiap siap, dengan make up
seadanya, yang malah menunjukan kecantikan alami istriku, mereka
mengajak kami pergi ke suatu mall, mall arta gading lebih tepatnya.
Mereka juga tidak memperkenankan istriku memakai celana dalam dan
bra, hanya rok mini yang mampu menutup aurat istriku, bahkan yang
lebih gila, mereka tidak ingin istriku membersihkan dulu sperma
sperma yang mereka tinggalkan, alhasil selama di mobil, saat sperma
mereka mulai keluar, mereka mengunakan sendok dan mangkok hotel yang
ternyata sudah mereka siapkan, mengambil sperma tersebut dan
menyendokinya ke mulut istriku, mereka menyuruh istriku berlutut di
jok mobil belakang sedan kami, istriku duduk ditengah di apit mas
Adi dan pak Slamet, sedangkan Ardy duduk di depan, dan aku menyetir,
kamera dipasang di dashboard mobil tengah, untungnya mobil kami,
mobil yang mampu meredam getaran di luar, sehingga pengambilan
gambar masih sangat bagus.

Pedagang pedagang kelontong di depan mobil, sempat sekilas melihat
istriku berjongkok sambil disuapi, oleh pak Slamet, tetapi mereka
tidak yakin dengan apa yang mereka lihat, mereka lihat sebentar,
lalu mengalihkan pandangannya, mereka tidak yakin karena kaca mobil
kami agak gelap. Tampaknya itu disadari oleh pak Slamet, karena ia
langsung membuka jendela mobil, membeli rokok di saat lampu merah,
istriku langsung hendak duduk, tapi ditahan oleh Adi, ia juga
langsung tak berani menatap pedagang asongan tersebut, kemudian Adi
menyuruhnya mengambil rokok. Selagi tangannya mengambil rokok, Adi
menarik roknya sehingga vaginanya terpampang jelas oleh pedagang
asongan tersebut, entah mimpi apa semalam mungkin itu yang ada di
benak pedagang asongan tersebut, belum sempat ia berpiir jernih dari
pandangan wajah cantik istriku, ia sudah diperlihatkan paha mulus
istriku, belahan dada istriku yang memakai baju yang sangat seksi
dan sekarang vagina istriku.

"Oi pak, mau liat dadanya sekalian?" tanya pak Slamet, "mau mau...
mau pak.." kata pedagang asongan itu terburu buru. "Jess buka baju
kamu, ini bapak mau liat, kasi liat" perintah pak
Slamet, "i..iya ..." istriku pun membiarkan dadanya yang indah
terekspos oleh pedagang asongan itu, setelah itu Adi mengeluarkan
selembaran 50.000 rupiah untuk 2 bungkus rokok dari dompet
Jessica, "ini pak dari cewe ini buat rokok 2 bungkus, ama bapak uda
bersedia liat toket ama memeknya, kita lagi kasi makan peju kita nih
pak, makanya abis ini kita perlu rokok hehehe..." kata Adi seraya
menyuruh Jessica menyerahkan uangnya sendiri ke pedagang itu, "eitss
kok pake tangan? Ga sopan banget kamu... pake tetek kamu kasinya!!!"
perintah pak Slamet.

Maka dengan diselipkan ke buah dadanya yang tergolong besar, ia
majukan badannya menuju pedagang tersebut. Pedangang itu pun
mengambil uangnya sambil meremas, dan dengan secepat kilat di
caploknya dada istriku dengan mulutnya, tapi lampu hijau sudah
menyala, dan kami pun tidak berlama lama lagi, "pak.. uda dulu ya...
nanti jam 10 malam bapak kembali kesini, ga usa jualan dulu, nanti
duit setoran biar nih orang yang bayar, nanti kita jemput" teriak
pak Slamet yang disetujui pedagang tersebut. "Ingat pak pake baju
kemeja merah, jadi ga salah ngenalin" sambung pak Slamet lagi.

"Loh biar ga salah ngenalin gimana pak? Bukannya siapa aja sama
aja?" tanya Adi, "Di, di jaman ini, ga semua orang pikirannya seks
mulu, takutnya dia orang orang yang kurang kerjaan yang lapor
laporin ke polisi soal gini ginian, lu kan tau sekarang ini banyak
kelompok kelompok yang sok suci yang mau dapetin duit dengan lapor
lapor kaya ginian, gua kan tau, temen gua ada yang masuk kelompok
kelompok gituan, lu pikir dia orang kerja, arak arakin orang
selingkuh lah demo sana demo sini, gerebek tempat tempat hiburan,
itu sok suci dan ga ada kerjaan, buntut buntutnya maunya duit,
maunya kelompoknya terkenal, populer, biar makin banyak anggota,
makin kuat makin bisa dapet duit. Bisa aja itu kedok, suci suci
nanti dananya buat kaum teroris. Gitu Di, makanya kita harus hati
hati. Bukannya gua mau ngatain agama sendiri atau orang lain, tapi
kenyataannya begitu Di, kalau kita suka seks yah suka aja, jangan
dilarang larang, kalau ga suka yah udah biarnin aja yang lain
menikmati, kalau semua udah puas, udah bosen liatin bokep, pada ga
nafsu perkosa cewe, kalau ga ada bokep tapi pikiran mesum yah gawat,
akhirnya coba coba, mereka ga ngerti kalau yang di film bokep itu
ada sutradaranya. Nah yang kayak gini runyam. Ga nonton iya, ceramah
iya, kawin lagi iya, perkosa orang iya, cabulin anak di bawah umur
juga oke. Kan rusak. Mustinya pikiran mesum itu ada salurannya, jadi
abis nonton atau abis baca udah selesai, jangan abis baca buku agama
tapi tangannya ngobol ngobol memek orang hahahaha.... gila banget
itu namanya...!!!!" ceramah pak Slamet yang diangguk anggukan Adi
dan Ardy. Tampaknya mereka setuju. Aku sendiri tidak ambil pusing,
selama tidak ada yang terlalu mengusik dan mengganggu kepercayaanku.

Akhirnya kita sampai di mall kelapa gading sekitar pukul 2 siang,
karena kota Jakarta sangat sumpek dan macet, setelah memarkirkan
mobil, kami turun menuju mallnya, dan bukan aku yang mengandeng
tangan Jessica, tetapi malah Ardy yang sebenarnya paling jelek
diantara Adi dan Slamet yang menggandeng tangan Jessica, seolah
pacarnya yang paling disayanginya. Padahal Ardy memiliki postur
tubuh yang kecil, kurus dengan gigi yang tongos, belum lagi
tingginya yang hanya sekitar 155cm dan istriku 162cm, terasa sekali
perbedaanya, sebenarnya kalau mau lebih cocok, walaupun bukan aku
yang menggandeng, seharusnya Adi lebih pas, karena tingginya yang
hampir sama denganku berkisar 170-175, pak slamet sendiri mungkin
sekitar 168 an. Tapi itulah yang terjadi, Ardy memegang tangan
istriku berjalan di depan, sedangkan kami bertiga berjalan di
belakangnya.

Karena perut kami terasa lapar, kami pun mengunjungi salah satu
restoran yang ada disana, seperti biasa, mata para pengunjung
terarah ke kecantikan istriku, apalagi kali ini selain mengenakan
pakaian yang agak sexy, dengan atasan berwarna kuning cerah,
sehingga seolah menampakkan sisi keceriaan istriku dengan rok
mininya, ditambah pasangannya yang luar biasa hancur, membuat
sorotan pengunjung makin terarah ke istriku, belum lagi perbedaan
warna kulit istriku dengan Ardy, bahkan sepatu boot istriku yang
memang sih berwarna coklat, jauh lebih terang dari kulit Ardy.
Istriku memakai sepatu boot coklat setengah betis, menambah
kecantikan dan kesexyannya.

Seolah tidak mau mengabulkan pemikiran orang bahwa sebenarnya Ardy
adalah kacung istriku, maka Ardy meresmikan dan meyakinkan mata
manusia manusia yang melihat mereka berdua, dengan cara merangkul
bahu istriku, sehingga orang orang menjadi tambah heran dan salah
kaprah, karena tadinya mereka berusaha meyakinkan mereka sendiri,
bahwa Ardy ini tak lebih dari kacung, tapi dengan begitu orang orang
langsung meneruskan makannya, hanya sekali sekali melirik, mungkin
sekarang mereka sedang meyakinkan pikiran mereka, bahwa istriku
sedang dipelet orang ancur ini.

Dan yang lebih menggelikan adalah selama makan, Ardy dan istriku
saling suap menyuap, dan diperparah oleh komentar kami, yah termasuk
aku sendiri, yang sudah larut dalam permainan gila ini, "aduh
romantis banget deh lu orang.... dunia terasa milik berdua aja
ya..." salah satu komentar kami.

Kemudian selama di mall, kami belanja cukup banyak, kami ke diamond
dept store, Sogo dept store, dan lain – lain, kami juga membelikan
baju untuk pak Slamet, Adi dan Ardy. Tampaknya hubungan kami menjadi
semakin akrab semakin dekat saja, dan istriku juga tidak malu malu
lagi untuk peluk sana peluk sini ke mereka bertiga. Tampaknya ia
juga sudah kehilangan harga dirinya, kehilangan kepemilikan dirinya.
Tapi semua itu dilakukan dengan perasaan senang.

Kami membeli kamera polaroid, dan kami juga foto foto bersama, dan
tentu saja kami sempat curi curi untuk foto flash flash setengah
bugil, maksudnya adalah Jessica saja yang di foto setengah bugil,
dengan foto polaroid, dapat dipastikan bahwa foto foto istriku
adalah asli, tanpa di edit – edit. Kami mengambil tempat yang cukup
strategis untuk pengambilan gambar setengah bugil, istriku ditengah,
dibelakangnya Adi yang tinggi, di sampingnya pak Slamet dan Ardy.
Sesekali Adi menarik baju atau rok istriku ke atas sehingga payudara
atau bulu bulu vagina terpotret olehku, kadang kadang saat dibuka
bajunya pak Slamet dan Ardy meremas payudara istriku, atau
kadangkala Adi sendiri yang meremas dari belakang.
Kami jalan jalan sampai sekitar pukul 8 malam, ketika semua
pengunjung juga sudah hampir pulang semua, Ardy yang sudah sangat
horny dari sesi pemotretan tersebut, ingin segera bercinta dengan
Jessica, maka ia mengusulkan untuk membawa Jessica ke toilet pria
untuk digarap. Tetapi karena Ardy ingin istriku direndahkan
serendah – rendahnya maka ia mengusulkan untuk menggunakan toilet
pria yang ada di food court, karena toilet tersebut, pastinya paling
sering digunakan karyawan untuk buang air kecil disana, dan pastinya
menjadi toilet yang paling jorok di mall.

Ide tersebut disetujui pak Slamet dan Adi, sedang aku sepertinya
tidak begitu setuju, karena aku tidak begitu suka keadaan kotor,
sedang istriku yang sudah horny juga, oke – oke saja. 3 suara lawan
satu suara, demokrasi dijalankan, lagipula sebenarnya aku juga sudah
dianggap tidak memiliki kuasa apapun juga, jadi pemenangnya dari
awal sudah jelas. Aku hanya seorang penyedia dana dan istri, itu
saja, tidak lebih.

Kamipun berjalan ke lantai 5, dengan tangga eskalator, Jessica di
depan Ardy yang bearti satu anak tangga di atas Ardy, Ardy dari
belakang istriku memeluknya, dengan posturnya yang pendek, sehingga
kepalanya hanya beberapa cm diatas pantat istriku, tapi pelukkannya
erat sekali sehingga terasa menggelikan, bahkan teman – temannya pun
merasa aneh sekali, "Gila lu Ar, pendek banget sih luh, luh ga cocok
banget deh ama dia, hahahaha...." kata Adi, "biarin aja di, noh
temen luh ini lagi mupeng banget, tuh liat mukanya mesum banget,
hhahaha...." kata pak Slamet. Si Ardy yang diledek temannya hanya
senyum sambil menutup matanya menghirup dalam dalam wangi tubuh
istriku, sedang istriku yang dipegangi erat begitu hanya bisa
menjaga keseimbangan agar tidak jatuh dan hanya senyum senyum saja
mendengar komentar mereka.

Sedangkan orang orang lain yang melihat hanya bisa merasa, betapa
bodohnya cewe ini, mungkin mereka bahkan merasa goblok banget nih
cewe, kok bisa bisanya mau ama mahkluk purba gini, dan betapa
beruntungnya manusia purba ini bisa memeluk bidadari cantik ini.

Maka setelah perjalanan dari lantai ground ke lantai 5, kami sampai
juga pada pintu toilet lelaki, pak Slamet yang masuk terlebih
dahulu, yang ada di dalam adalah 2 pria yang sedang buang air kecil
dan penjaga toilet, pak Slamet bernegosiasi dengan penjaga toilet
tersebut, ia menjanjikan 3 hal, pertama, penjaga tersebut akan
mendapat bayaran, kedua, penjaga tersebut dapat jatah dan tentu saja
2 karyawan food court yang sedang buang air kecil juga dapet bagian,
dan ketiga toilet ini akan dibersihkan setelah digunakan.

Tawaran menarik tersebut tentu saja tak disia-siakan penjaga toilet
tersebut, apalagi setelah Jessica memasuki ruang toilet
tersebut, "wuih hihi yang kaya gini kalau ditolak, bisa disambar
geledek nih hehehe.... bisa dianggap ga menghargai pemberian orang
lain nih hehehe... aduh pak pak, kenapa nggak bilang dari tadi sih?
Eh prur, min, nih ada cewe minta di*****in di wc ini nih, pada mau
ikutan ga luh?" ujar sang penjaga toilet, sambil terus mengagumi
kecantikan, kemulusan, keputihan, dan kesexyan istriku, sedang aku
langsung konak mendengar komentar komentar si penjaga toilet ini.

"Eh... yang bener nih? Huhuy... aduh tapi sayang gua ga bisa lama
lama nih, bokin gue pasti curiga nunggu gue lama lama gitu. Gimana
ya?" ujar si Semprur, "sama gua juga ga bisa lama lama nih, langsung
tancap sekarang deh..." timpal si Parmin. "Eh...eh sabar ding, gile
luh, yang punya aja belum ngijinin kita, gimana sih lu berdua? Sopan
dikit donk, sekolah ga sih luh hehehe..." canda si penjaga toilet
yang bernama Mamat, "nih gua ada ide nih, lu berdua, ntar alesan
boker, terus ga bisa pake nih toilet, jadi pake toilet di bawah, tar
gue pasang renovasi, gampang kan? Susah banget luh bedua?!" lanjut
si penjaga toilet ini lagi. "Wuiz pinter juga lu, maklum, kita ga
disekolahin, dia disekolahin tapi khusus sekolah gini ginian...
hehehe baru bisa jalan otaknya, hahahha..." kata Semprur.

"Yah... oke dah, jangan lama lama lagi, kita juga masi harus ngejer
jadwal, habis ini masi ada babak selanjutnya nih...." kata pak
Slamet. Maka didepan pintu toilet di pasang tanda dibersihkan, "oke,
gua ngerti nih berdua lagi buru buru, jadi Jess, kamu layani Semprur
ama Parmin dulu deh, mereka lagi pada ditungguin bokinnya tuh, cepet
luh puasin mereka dulu." Tambah pak Slamet.

Jessica tersenyum dan maju menuju mereka, "hihi.. serius nih? Gua ga
mimpi, prur, mimpi ga gue?" ujar si Parmin. "Mau gua tonjok dulu ga
luh? Buat mastiin aja mimpi apa bukan?" kata si Semprur, "ga usa deh
prur, gua cobain aja nih cewe kalau enak berarti bukan mimpi nih."
Jawab si Parmin. "Eits, mohon dulu donk ke kita – kita, kasi tau
namanya siapa gitu, mohon yang bener, jadi kita ga merasa bersalah
ama bokin bokin kita, taunya luh aja yang ngegodain kita kita.
Taunya luh aja yang mohon mohon ama kita, jadi kita yang kasihan ama
luh" kata si Parmin lagi.

"Bang... nama saya Jessica... tolong dong... saya mau hisapin penis
abang... please.... boleh ya... saya yakin deh bokin abang ga
keberatan..." kata Jessica dengan senyum manjanya, "hihi iya pasti
ga keberatan.... aduh... gile... nih hisap nih" kata Semprur sambil
membuka celananya, di celana dalamnya terlihat noda basah, habis
pipis. "Oke oke... nih mau gua rekam dulu, tapi Yank... jangan
langsung ke penisnya yah, tuh dari kolor dulu luh isepin pelan
pelan, apalagi bagian noda basahnya tuh, gua shoot dulu deh." Kata
si Ardy. Sontak kata – kata yank, yang berarti sayang, membuat
ketiga orang baru disana terkesima, jadi ini cowoknya? Busyet uda
antara jelek ama ancur, ceweknya dijadiin objek seks kayak gini
lagi, gila, beruntung banget nih orang, pikir mereka.

Jessica mengemut emut celana dalam bernoda milik Semprur, "hm.. enak
banget.... ah... kaya di pilem pilem bokep nih..." komentar Semprur,
celana dalam Semprur makin basah saja, oleh jilatan jilatan Jessica,
kemudian Jessica membuka celana dalam Semprur, ia hisap hisap,
pinggir pinggirnya sambil jari telunjuknya memainkan testikelnya,
memainkan kulit luar anusnya, tampaknya Semprur sangat menikmati
perlakuan bidadari ini, mulutnya yang hangat sangat terasa di penis,
slurppp slurrp.... tak berapa lama Semprur, sudah tak kuat, ia
memegang kepala Jessica, ia memperkosa mulut Jessica, ia hujamkan
dengan keras, untungnya Jessica sudah terbiasa deep throat, jadi
perlakuan tersebut tak terlalu menyiksanya, walaupun memang sudah
pasti tak begitu menyenangkan, liur liur Jessica menetes netes, liur
kental Jessica juga ikut keluar, Semprur tidak kehabisan akal menuju
puncaknya, ia mainkan liur Jessica dengan penisnya, yang kemudian
langsung dimasukkan kembali ke mulut Jessica, tak berapa lama
kemudian, Semprur menyemprotkan spermanya ke dalam mulut Jessica,
badannya bergetar, setelah mengeluarkan pun, Semprur tidak ingin
cepat cepat menarik keluar penisnya dari mulut Jessica, sampai
Parmin menegornya, "giliran gue!" protes Parmin.

Parmin langsung mengambil posisi di belakang Jessica, ia langsung
meremas remas dadanya, sementara, penis Semprur dibersihkan Jessica,
remasan remasan Parmin begitu bernafsu sekali, sampai Jessica
meringgis sambil tersenyum menoleh ke belakang, minta agar jangan
terlalu keras, tapi tentu saja tidak di gubris Parmin, ia
menyelinapkan tangannya ke baju istriku, mulai meremas di dalam
baju, ia angkat baju istriku dan kemudian dilempar asal saja,
sehingga jatuh di lantai tepat di bawah tempat pipis cowo, tubuh
mulus putih istriku bagian atas terekspos jelas, semua memandangnya
dengan tercengang, Semprur merasa sangat menyesal telah mengeluarkan
dengan cepat, sedangkan Parmin, langsung menarik rok mini istriku
dan lagi lagi langsung dibuang ke belakang, jatuh di atas wastafel,
vagina indah istriku dan payudara 34 c istriku menambah suasana
eksotis di toilet ini, wangi tubuh istriku mengalahkan segala bau
bauan yang tidak sedap disini.

Parmin langsung menyerang vagina istriku dengan mulutnya, ia mungkin
masih dapat merasakan sisa sisa sperma bekas pergumulan tadi siang,
tapi tidak ia pedulikan dan memang ia juga tidak tahu istriku habis
digumuli tadi siang, yang ia tahu ia hisap vagina dari orang yang
cantik, ia ingin memiliki Jessica secara sepenuhnya, ia berada dalam
dunianya sendiri, ia tusukkan jari tengahnya pada anus Jessica,
kemudian tanpa berlama lama lagi, langsung ia masukkan penisnya
pada vagina Jessica, ia pompa Jessica berkali kali, tapi nafsu
sudah di ubun ubun, ia tak mampu bertahan lama, ia ingin sekali
memperlambat laju keluarnya sperma, tapi ia tak tahan lagi, wanita
ini sangat cantik, sangat putih, sangat sexy, dan sangat wangi serta
sangat menggoda. Ia pompa pompakan, tanggung bagi Parmin, apabila
tak ia pompakan juga, spermanya sudah tak ingin berkompromi,
spermanya sendiri ingin segera menghianati tuannya, spermanya ingin
segera keluar untuk memperkosa indung telur Jessica, walau sang
sperma tak tau kualitas apa yang menjadi kualifikasi indung telur
Jessica. Parmin mengocok kuat kuat, sambil meremas dada Jessica
sehingga Jessica menjadi sesak, dan... SPLASHH..... keluarlah sperma
Parmin dengan derasnya, tanpa bisa dibendung lagi, Crottt Crottt
Crottt. "Uuhhh enak bangettt....." kata si Parmin yang membuat
Semprur iri setengah mati.

Tapi waktu bagi Semprur dan Parmin sudah selesai, "makasih ya ...
itu bener bener enak banget... hmm boleh minta no hp kamu ga?" kata
Semprur, "oh boleh... 081898****" kata Jessica. Setelah mengisi no
hp Jessica di hpnya, Semprur bukannya langsung pergi, tapi malah
memungut baju dan rok Jessica, kemudian dibuang ke tong
sampah, "heehehe... cewe kayak kamu ga pantes pake baju tau!!!!
Terlalu indah untuk ditutupi..." kata Semprur. Setelah itu mereka
langsung pergi cekikikan, dengan rasa puas tak terkira, terutama
Parmin.

Sekarang giliran Ardy yang tidak mampu lagi menahan rasa
keinginannya, ia langsung menyergap Jessica yang sudah polos tak
berbusana ini, ia memberikan kamera tersebut ke Adi untuk direkam,
Ardy seperti biasa, sangat gemar bermain anus, langsung menyergap
anus Jessica, ia meremas remas payudara Jessica dengan sangat gemas
sekali, ia ludahi penis dan anus Jessica sebagai pelumas.

Ia sodok sodok penisnya ke dalam lubang anus Jessica sampai Jessica
terdorong – dorong ke depan, ternyata memang ada tujuannya, ia
dorong istriku menuju tempat buang air kecil pria, sehingga Jessica
harus memegang pinggiran kloset berdiri tersebut, sedangkan wajahnya
tepat diatas tempat pipis tersebut, baunya tentu sangat menyengat,
tetapi karena diambang menuju orgasme setelah kedua karyawan yang
sebelumnya tidak mampu membuat Jessica mencapai puncak, menjadikan
Jessica menerimanya saja, ia abaikan bau pesing tersebut, bahkan
terkadang karena sodokan sodokan di anusnya membuat kepala Jessica
menyentuh dasar tempat pipis tersebut sambil mendesah pula, sehingga
bibirnya yang indah tersebut seolah membersihkan dasar pembuangan
tempat pipis yang bau pesing tersebut. Sambil payudaranya terus
diremas dan anusnya terus disodok.

Tampaknya Jessica sudah tidak kuat, tangan kanannya segera memainkan
klitorisnya sendiri sementara tangan kirinya meremas payudaranya
karena Ardy hanya meremas payudara kanannya, karena tidak mungkin
bagi Ardy untuk meremas kedua payudara Jessica sementara ia harus
terus menyodok anus istriku. Jadi posisi Ardy meyodomi istriku
dengan ngaya doggy style sementara tangan kirinya memegang pantat
istriku untuk menyeimbangkan badannya, sementara tangan kanannya
meremas payudara istriku, dan posisi Jessica berlutut dan memainkan
klitorisnya sendiri dengan tangan kanan, dan tangan kirinya meremas
payudaranya sendiri, sedangkan kepalanya terbenam dalam pispot
berdiri pria, sambil mendesah tak karuan.

Kelihatannya baik Ardy maupun Jessica sudah tidak mampu menahan
gelombang menuju puncak orgasmenya lagi, dan "Ah.... Jess..... gila
pantat luh enak banget buat di sodok..... aaaaaarhhh gue keluar nih
say.... ahhhhh.... terima nih peju gue....." teriak Ardy menuju
orgasmenya, sementara istriku juga sudah tidak kuat menahan laju
orgasmenya, ia remas payudara kirinya makin kuat, ia gesekkan
klitorisnya makin cepat, sementara mulutnya megap megap, Ardy telah
melepaskan penisnya dari anus Jessica, kemudian sang penjaga toilet
yang kebetulan bernama sama dengan karakter ciptaan mr Shusaku,
Imron maju. Menghentikan tangan kanan istriku yang sedang ingin
mencapai puncak orgasmenya. Ia pegang tangan kanan istriku. Jessica
hendak memrotes perbuatannya, karena Jessica sudah hampir mencapai
puncaknya, "eitsss mau keluar non? Nanti dulu hehehe.... sekarang
giliran abang. Nama abang Imron, sekarang karena abang liat non udah
sa-nge (horny dalam bahasa jawa/sunda, maaf kurang tahu) gitu, kalau
mau biar abang puasin non, mau ga? Mau ga abang jilatin memeknya non
ini?" tanya Imron, "mau bang... mau..." kata istriku yang sudah
dilanda perasaan mengebu gebu. "Bener nih mau..." ulang Imron lagi,
yang di jawab dengan anggukan kepala istriku, membuat pipinya yang
mulut tanpa cacat itu menggesek gesek tempat pipis merk TOTO
itu. "Kalau gitu, abang jilatin deh, tapi non jilatin juga yah punya
abang.." kata Imron lagi, "Iya bang.." kata istriku yang kemudian
kepalanya bergerak hendak menjilati penis Imron, "ei, kata siapa
kepalanya diangkat? Abang itu kan penjaga toilet ini, jadi yang
dimaksud punya abang itu yah toilet ini, nah sekarang kepala non
pindah ke tempat pipis yang sebelah ya, yang ini kan udah
dibersihkan tadi pake rambut ama pipi ama bibir non, yang sebelah
masi ada kuning kuningnya tuh, bekas pipisnya si Semprur tadi ama
orang orang lain dah, non jilatin, nah sambil saya jilatin memek
non.." kata Imron.

Saya sempat kesal dan hendak berdiri mencegah tapi ditahan pak
Slamet, "jangan... jangan emosi... liat Jessica, istri loh...
liat.... dia kayaknya juga uda pengen banget... jangan diganggu
dulu..." kata pak Slamet dan memang yang dikatakannya benar, Jessica
memindahkan kepalanya ke samping tempat toilet, dan ia menatap
sebentar dasar toilet tersebut, kemudian saat lidah Imron menyentuh
klitorisnya, sengatan sengatan listrik memenuhi sekujur tubuhnya,
dan tanpa ragu lagi ia menjilati bekas pipis orang orang. Edan
memang, tapi itulah yang terjadi, aku saja tidak percaya istriku mau
melakukannya. Keberaniannya itu dibuahi tepuk tangan dari Ady cs.

Dan kali ini istriku tak mampu menahan gelombang arus orgasmenya
lagi, ia begitu di liputi perasaan nafsu, cairan kewanitaannya
menderas kencang sekali ke mulut Imron, Imron juga tampak sangat
menikmatinya, ia sedot segala cairan nafsu tersebut sampai tuntas,
cairan vaginanya begitu banyak, Imron memasukkan jarinya 2 kemudian
3 jari, ia kocok kocok, ia obok obok vagina Jessica sampai Jessica
berteriak keenakkan, cairannya makin banyak keluar. Kemudian Imron
memasukkan penisnya, ia jambak rambut istriku, ia jadikan istriku
sebagai kuda betina yang sedang ditunggangi joki, sementara lidah
istriku tetap terjulur keluar seperti anjing betina saja, air
liurnya menetes netes di dalam tempat pipis, Imron mengarahkan
kepala istriku dengan lidahnya yang terjulur, untuk membersihkan
toilet tersebut. Sambil terus di sodok keluar masuk keluar masuk.

Pergumulan itu membuat istriku mencapai orgamenya kembali, sementara
Imron masih perkasa, rambut istriku di jambak sampai kepala istriku
mendongak ke atas, ia pindahkan kepala istriku ke samping lagi
tempat pipis yang lain lagi, ritual yang sama diulangnya, istriku
diharuskan menjulurkan lidahnya dan menjilati bekas pipis pria,
banyak sekali jenis orang yang keluar masuk toilet untuk sekadar
buang air kecil, anak kecil sampai dewasa, tapi istriku layaknya
mesin pembersih toilet, ia bersihkan tanpa mengeluh malahan mendesah
keenakkan.

Imron telah mencapai titik fantasi yang paling gila, ia tekan wajah
istriku lama sekali di dalam kubangan tersebut, sementara ia
mengenjot mengejar orgasmenya, istriku kesulitan bernafas, tapi
istriku berusaha bernafas sebisanya, ia hirup dalam dalam aroma
pesing tak sedap agar bisa bernafas, tampaknya istriku sudah menjadi
sangat mengenali sangat terbiasa dengan aroma pesing tersebut sampai
tidak lama kemudian akhirnya Imron mengeluarkan segala isi spermanya
ke dalam vagina Jessica.

Sebenarnya diantara Semprur, Parmin dan Imron, wajah Imronlah yang
paling hancur, dengan tubuh ceking berbadan tinggi seperti orang
yang kebanyakan makan obat saja, belum lagi bibirnya yang monyong
tak karu karuan, wajahnya pun berbekal jerawat dan bopengan. Tapi
tampaknya paling lihai menjaga stamina tubuhnya.

Waktu sudah menunjukan pukul 10.00 malam, "wah wah kayaknya kalau
gua ama Adi nerusin disini ga keburu nih, kasihan bapak yang tadi
nungguin kita... hmm gimana yah baiknya?" kata pak Slamet ke
Adi, "hm... ya udah kita ikut main aja ama bapak tadi, kita kesana
aja sekarang, ga usalah main di wc, hhehee... cabut sekarang deh"
kata Adi. "Waduh ga bisa gitu pak, ini wc harus dibersiin dulu, gua
mau tuh cewe ngebersiin nih wc dulu dah" ujar Imron sewot. Pak
Slamet jadi bingung, tapi daripada buang buang waktu ia mengalah
saja, "ya udalah, uda janji sih, lagian tanggung udah jam 10, tuh
bapak uda kelenger kali nungguin kita." Kata pak Slamet, "hm pak,
saya ga mau sama bapak bapak di jalanan tadi, mending disini aja yah
pak, tuntasin sekalian." Imbuh Jessica, "wah ga bisa, sorri gua uda
janji, dan janji harus ditepati, udah luh bersihin dulu deh, ga usa
bawel!!" jawab pak Slamet.

Akhirnya Jessica pun membersihkan toilet tersebut, tentu dibantu
juga oleh kami, tapi kami hanya membantu membersihkan wastafel saja
sih, Jessica diajarkan cara membersihkan toilet, tapi tentu saja
dengan keadaannya yang bugil. Jessica benar benar seorang gadis
cantik yang menawan dan ceria, setelah pergumulan yang melelahkan
tersebut, ia masih dapat membersihkan toilet dan bercanda gurau
dengan Imron, walaupun gaya bercanda Imron agak keterlaluan, seperti
menggosok badan, payudara dan vagina Jessica menggunakan sikat WC,
tidak jarang pula ia ciprat cipratkan air dari toilet ke wajah
Jessica, benar benar surga di toilet. Belum lagi gaya membersihkan
toilet Jessica yang sungguh sangat sexy sekali, seluruh lantai kamar
mandi di siram air sabun, dan Jessica harus membersihkannya dengan
kain lap yang mengharuskannya menungging bukannya berdiri. Inilah
pengalaman Imron sekali seumur hidupnya.

Setelah akhirnya cukup bersih, maka Jessica pun membayar Imron
500.000 sebagai jasa mengajarkannya membersihkan toilet dan
mengijinkannya menjilati bekas pipis orang serta mengijinkannya
menggunakan sarana toilet sebagai tempat berbuat mesum, bahkan
rasanya 500.000 adalah harga yang terbilang murah untuk fasilitas
seperti ini. Tapi tampaknya Imron sudah mengganggap terlalu besar,
jadi 500.000 adalah harga yang pas untuk kedua pihak.

Perjalanan pulang pun ditempuh, setelah tentunya Jessica memungut
bajunya dari tempat sampah yang penuh tissue dan ludah orang, tapi
masi dapat dibersihkan.

Walupun dengan perasaan cemas, kalau kalau si bapak penjual asongan
sudah pulang dan tidak sabar lagi menunggu kedatangan kami. Tapi
kecemasan kami tidak berselang lama, digantikan oleh keterkejutan
kami, karena selain si bapak yang mengenakan kemeja merah masih ada
12 orang lainnya yang memakai kemeja merah menanti kedatangan kami,
kesemuanya adalah pedangan asongan, pengamen jalanan, dan para
sopir sopir termasuk tukang ojek, bajaj, taksi dan mikrolet maupun
metro mini, tentu saja berserta keneknya.

"Wah wah wah maaf maaf pak, kirain bapak sudah pulang, hahaha tapi
malah bawa sekompi kayak gini, wah tapi bahaya ga nih pak?" kata pak
Slamet memberi sambutan, "tenang saja... OIIII nih cewe yang gue
bilang nih, tak jamin pada puas... hahaha..." teriak si bapak
pedagang asongan, "kenalin saya Sumanto, tapi bukan yang suka makan
orang loh..." lanjut si bapak pedagan asongan, Sumanto. Sedangkan
Jessica yang melihat masih ada 12 orang selain si Sumanto yang
berarti 13 orang menjadi lemas, belum lagi Adi dan pak Slamet jadi
15 orang.

Tampaknya mereka juga menyadari hal tersebut, "hahahaha... kaget yah
non? Ck ck ck gile cakep banget... ampe ngeces gue hehehe, emang ga
salah lu to, asli gue beruntung nih malem, ga sia sia gue nunggu."
Kata pengamen yang bernama Mamat. "Udeh siket aje sekarang..."
ungkap kenek metromini yang langsung disetujui semua pihak kecuali
Jessica.

Rupanya rencana mereka adalah menggarap Jessica di mobil metro mini,
dan penggarapannya adalah 7 orang dan 6 lainnya menunggu di depan,
kemudian baru bergantian, dan tentu saja karena sekarang ditambah 2
orang, mungkin jadi 3 babak.

Setelah bernegosiasi sebentar, tampaknya akan memakan waktu terlalu
lama apabila menjadi 3 babak, maka diputuskan menjadi 2 babak saja,
dan peraturannya adalah 7 orang – 7 orang, sedangkan sisa seorang
lagi harus siap menjadi sopir metro mini, kalau kalau ada razia atau
semacamnya, sang sopir sudah harus siap untuk menjalankan mobil,
sedangkan 7 orang lainnya yang menunggu giliran babak kedua menjadi
penjaga di luar, dan tentu saja dari berbagai sudut, kira kira
mereka berjaga sekitar radius 200 meter dari metro mini untuk
mencegah kemungkinan datangnya mobil patroli secara tiba-tiba dan
sekaligus dapat menyempatkan waktu untuk melapor sehingga mobil
dapat kabur sesegera mungkin, dan waktu satu babak adalah sekitar
satu setengah jam, setelah itu gantian berjaga.

Yang mendapat jatah sebagai sopir tentu saja melalui undian, dan
agar tidak terjadi kecemburuan sexualita maka sang sopir akan
diberikan oral yang terbaik yang pernah ada, tentu saja sesuai
keinginan sang sopir. Maka setelah melalui undian, justru malah Adi,
yang memang suka oral seks. Jadi bagi ke 13 orang pinggiran ini
merasa beruntung sekali.

Jessica kemudian dilucuti pakaiannya satu satu di dalam metro mini,
sementara 7 orang dari babak 2 sudah sampai di "pos penjagaan"
masing – masing, dan 7 orang yang di dalam dapat menyaksikan adegan
oral seks, yang berupa deep throat. Sedangkan Ardy dan saya sendiri
tentu saja boleh menyaksikan adegan dari awal, karena kami tidak
mengambil jatah apapun, saya dan Ardy hanya sebagai kameramen saja,
dimana kami berperan sebagai yang satu suami sah dan yang satunya
kekasih barunya.

Adi yang memang gila deep throat langsung melancarkan aksinya, ia
tekan penisnya dalam sekali hingga Jessica tersedak, sebenarnya
Jessica mendapat pengalaman deep throat yang sangat baru dari Adi,
karena ia harus mengadaptasikan tenggorokannya khusus untuk Adi,
sedangkan penis penis lain yang ia oralkan seperti penis Semprur
tidak memberikannya kesulitan apapun juga apalagi setelah
dibandingkan dan di latih oleh penis Adi. Jessica kerap mengeluarkan
liur kentalnya kala memberikan service oral pada Adi, sedangkan 7
orang lainnya yang menunggu termasuk pak Slamet, melihatnya dengan
sangat tergiur sekali, sehingga tanpa menunggu lebih lama lagi,
mereka langsung menyergap Jessica.

Pak Slamet mendapat jatah vagina, karena ia adalah penyalur
sekaligus negosiator Jessica. Tentu saja penis pak Slamet yang
abnormal itu membuat mata keenam orang yang ada disana menjadi
terbelalak, tidak menyangka ada penis semacam itu didunia ini. Lebih
kaget lagi mereka karena Jessica tidak terkejut dengan penis jamur
tersebut.

Pak Slamet yang sudah sedari tadi sangat bernafsu, tidak menyia
nyiakan waktu lagi, ia masukkan penis besarnya ke vagina istriku.
Tampaknya Jessica masih belum dapat menyesuaikan vaginanya terhadap
penis raksasa pak Slamet, "aah.. pak..heh..he.. pelan pelan..."
rintih Jessica sambil tertawa kecut. "Iya sabar ya, gua kasi yang
enak luh" kata pak Slamet.

Sementara keenam lainnya mengambil ancang ancang, ada yang mengobel
ngobel lubang anus Jessica, ada yang menghisap hisap payudaranya,
ada pula yang menjilati ketiak Jessica. Deep throat yang dilancarkan
Adi seperti tak pernah selesai, ia putar putarkan kepala Jessica
melingkari penisnya, ia maju mundurkan, ia paksa sedalam dalamnya.
Ia kocok kocok, penisnya selama mungkin, ia mainkan liur liur
Jessica, sampai akhirnya Adi tidak mampu menahan spermanya lagi, ia
semprotkan semua ke dalam mulut Jessica, ia suruh Jessica kumur
kumur dan main mainkan spermanya di dalam mulutnya, sementara pak
Slamet terus mengenjotinya.

Jessica baru diijinkan menelan spermanya, setelah salah seorang
pengamen yang sudah tidak tahan lagi menunggu pak Slamet, ia mainkan
penisnya di mulut Jessica yang sekarang penuh liur tersebut,
pengamen lainnya memasukkan penisnya ke dalam anusnya. Mendapat
penetrasi dari 3 tempat membuat Jessica kewalahan, ia akhirnya
orgasme panjang.

Pengamen yang melakukan oral seks, adalah Mamat wajahnya seperti
manusia purba dengan tengkorak kepala yang agak besar dari manusia
umumnya, sedangkan pengamen yang satu lagi wajahnya terbilang
tampan, dengan hidung mancung, tampaknya tipe yang akan memuaskan
wanita.

Jessica juga tampaknya senang anusnya dimasuki oleh pengamen yang
bernama Wanto ini, ia berkali kali orgasme oleh permainan Wanto yang
cukup eksotis, ditambah kelakuan pak Slamet, dan ini menambah
semangat Jessica mengulum penis Mamat. Dan juga tentu saja selain
vaginanya yang makin licin dan makin sensitif untuk mengurut adalah
urat urat dan syaraf syaraf di anusnya semakin liar pula mengurut
penis Anto.

Tampaknya pak Slamet belum menunjukan tanda tanda akan mengeluarkan,
sementara kedua pengamen yang tidak tahan akan kecantikan dan
keliaran Jessica sudah mengeluarkan di masing masing tempatnya.
Kemudian di ganti oleh seorang pengojek dan seorang sopir taksi,
pengojek yang ini memilki badan tambun, gigi ompong rambut lurus
berantakan, usianya sekitar 45an, sedangkan sang sopir taksi agak
rapi tapi jauh dari tampan.

Pengojek ini menggunakan anus Jessica untuk memuaskan birahinya,
sedangkan sang sopir taksi menggunakan mulut istriku, pelicin di
anus Jessica hasil si tampan Wanto membuat penis sang pengojek tua
menjadi licin, terlihat dari wajah istriku yang kecewa karena
pengojek ini minta di anusnya karena anusnya baru saja dibuahi oleh
pemuda tampan dan sekarang harus dimasuki manusia jelek.
Setelah agak lama sekitar 40 menitan tampak pak Slamet yang tidak
tahan ia akan mengeluarkan, sedang Jessica entah sudah berteriak
berapa kali dalam pencapaian orgasmenya.

Setelah pak Slamet mengeluarkan seluruh spermanya, sang pedagang
asongan yang paling pertama melihat Jessica tadi siang langsung
mengantikan posisi pak Slamet untuk bermain di vagina Jessica dan
pengojek yang tadi bermain di anus, langsung memasukan penisnya ke
dalam vagina Jessica sehingga vagina Jessica sekarang dipaksa masuk
2 penis. Tentu saja mata Jessica menjadi terbelalak, apalagi penis
tersebut tentu saja habis keluar dari anusnya sendiri. Tapi
tampaknya nafsu sudah diatas angin, mengalahkan perasaan jijik kesal
dan yang lainnya.

Sang pedagang asongan, Sumanto yang memang sudah tua dan pengojek
yang sudah bermain di anus sedari tadi tidak mampu lagi menahan
gejolak perasaan ingin keluarnya sperma mereka, maka setelah
beberapa hentakkan mereka langsung mengeluarkan, sedangkan sang
sopir taksi masih bertahan. Setelah mereka mengeluarkan, sang sopir
taksi beralih ke anus istriku, diikuti oleh sopir mikrolet yang
tampak seperti sopir angkot biasanya bermain di vagina istriku.

Tak terasa pula aku sampai mengeluarkan maniku di dalam celanaku.
Anehnya walau pun aku sudah mengeluarkan, perasaan nafsuku masih
mengebu gebu, mungkin karena aku adalah pria.

Maka final babak pertama diakhiri oleh sang sopir taksi dan sopir
mikrolet, sedangkan Jessica wajahnya sudah sangat lelah, tampaknya
ia sudah tidak kuat bercinta lagi, ia begitu berkeringat, vaginanya
begitu bengkak seperti memar, tampaknnya ia sudah sangat pasrah
ketika rombongan yang pertama diganti rombongan kedua.

Rombongan yang kedua berisi pedagang asongan, 2 orang kenek,
pengojek, 2 orang tukang bajaj, dan seorang lagi sopir metro mini.
Mereka lah giliran yang mengerjai Jessica, setelah melihat keadaan
Jessica, bukannya kasihan mereka malah menertawakannya, "HahAHA...
tadi semangat betul, sekarang malah kelenger disini hahahaha..."
kata salah seorang dari mereka.

Tanpa basa basi lagi mereka pun membangunkan Jessica. Umur mereka
sangat beragam sekali, ada yang 50 an sampai 20 an, ada yang super
jelek ada yang biasa saja. Yang pasti tubuh mereka sendiri tampaknya
tidak terawat. Mereka melihat Jessica bagai serigala kelaparan.
Istriku dipaksa bergaya anjing, sedang mereka mengambil posisi
seperti biasa, vagina, anus dan mulut. Ketiga orang yang pertama
kali melakukan babak kedua adalah sopir metro mini yang berperawakan
bapak bapak umurnya sekitar 52, badanya buncit dengan sedikit kumis
tak beraturan di atas bibirnya, bulu hidung yang keluar keluar tak
terawat, badan yang dekil, ia mendapat posisi vagina. Kenek mikrolet
bagian anus berperawakan kurus, umur sekitar 35 wajahnya masih biasa
saja, tidak jelek dengan badan yang agak berisi. Bagian mulut oleh
sopir bajaj yang agak agak mirip pemain sinetron sopir kancil (tapi
tidak tahu namanya).

Perbedaan babak kali ini, mereka yang sudah keburu nafsu melihat
kondisi badan Jessica tidak ingin menunggu lebih lama. Setelah gaya
doggy style ala 3 penetrasi, mereka membalikkan tubuh Jessica ke
posisi missionaris. Ini dimaksudkan agar keempat rekan lainnya bisa
langsung dapat jatah, yaitu di dada, sedang Jessica harus mengulum 2
penis bergantian, dan secara kasar pula mereka memerkosa mulut
Jessica. Bagian anus tetap didominasi oleh kenek mikrolet tidak mau
kalah kasar padahal posisinya berada di paling bawah ditindih badan
Jessica. Bagian vagina juga masih oleh sopir metro mini, sedangkan 2
sopir bajaj kompakkan di mulut Jessica, padahal salah seorangnya
berperawakan kasar, seperti perampok. Pedagang asongan yang punya
rambut keribo keriting ga jelas, penisnya disempilkan di dada
Jessica, ia gesek gesekan penisnya di belahan dada Jessica, ia tekan
kedua sisi payudara istriku agar menempel pada penisnya. Sedangkan
pengojek yang kira kira berusia 21 tahun wajah pas pasan mengunakan
tangan Jessica dan kenek metro mini yang juga sekitar 23 tahun
wajahnya agak menyebalkan menggunakan rambut Jessica.

Entah Jessica masih kuat orgasme atau tidak, yang pasti ia sempat
kejang kejang seperti orgasme, tapi tak jelas apakah karena sakit
atau orgasme. Setelah pergulatan yang memakan waktu satu jam lebih
akhirnya masing masing mengeluarkan spermanya, wajah Jessica begitu
belepotan sperma, begitu pula bagian dada dan rambut. Sedang
pengojek yang menggunakan jasa tangan Jessica sengaja menyemprotkan
ke arah wajah agar makin penuh sperma di wajah Jessica.

Setelah itu dengan tidak tahu dirinya mereka masih meminta uang
setoran yang memang tadi sudah dijanjikan, walaupun tadinya hanya
untuk bapak pedagang asongan yang pertama si Sumanto, dimana
sekarang kami sudah tidak memiliki cash yang cukup. Jessica yang
sudah kelelahan dibangunkan, dengan metro mini kami menuju ATM BCA
24 jam, setelah menarik uang cash, dimana Jessica sudah sangat
sangat sangat sangat tidak berdaya, kami memberikan masing masing
250.000 per orang. Setelah itu kami diantar ke tempat
semula, "hehehe makasih yah non, sering sering yah kasi memeknya ke
kita kita, asyik betul ya... hahaha... uda pulang sono ntar keburu
kering spermanya, eh pak Slamet itu sperma nanti kasi makan yah non-
nya takut kelaperan kasian, uda kasi kita duit kasi badan juga weleh
weleh. Boleh minta telponnya ga non? Nanti kita hubungi deh pake
telepon umum, maklum ga ada hape, no telpon rumah aja ye, telpon
coin ga bisa buat telpon hape." Kata Wanto. Kalau yang lain yang
meminta mungkin istriku tidak mau memberikan tapi karena yang
meminta Wanto yang memang tampan, walaupun badannya tidak bisa
dibilang atletis, tapi memiliki wajah yang membuat wanita horny maka
diberikan juga. Setelah itu kami pulang ke hotel.

5 comments:

  1. ___________________________
    HOT | HEBOH | HANGAT | SERU
    ___________________________

    MANIAC BOKEP
    _____________
    NGENTOT GADIS KEMBAR
    _____________

    ReplyDelete